Gelombang Protes Berlanjut! Pensiunan Minta OJK Turun Tangan Usut Dugaan Kredit Bermasalah

PURWOKERTO,hotnewsinvestigasi.com| 9 Juli 2026 – Gelombang protes para pensiunan terhadap dugaan persoalan kredit di Mandiri Taspen KCP Purwokerto kembali memanas. Untuk kedua kalinya, sekitar 200 pensiunan bersama keluarga turun ke jalan melakukan aksi damai dengan long march dari Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto menuju Kantor Mandiri Taspen KCP Purwokerto, Kamis (9/7/2026).


Massa datang membawa spanduk, poster tuntutan, dan menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka mendesak pembatalan kredit yang menurut mereka bermasalah, penghentian pemotongan dana pensiun, hingga meminta operasional Mandiri Taspen KCP Purwokerto dihentikan sementara sampai terdapat kepastian hukum.
Ketua Forum Banyumas Eling (FBE), Yudo F. Sudiro, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan para pensiunan yang merasa belum memperoleh keadilan.
“Mari kita selesaikan persoalan ini bersama-sama. Saya membawa aspirasi para pensiunan agar mendapat penyelesaian yang baik. Kami datang mencari keadilan, bukan untuk berbuat anarkis,” tegas Yudo di hadapan massa.
Suasana aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Meski demikian, orasi yang disampaikan bergema lantang di depan kantor bank dan beberapa kali disambut tepuk tangan peserta aksi.
Kuasa hukum para pensiunan, H. Djoko Susanto, S.H., dari Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto, kembali melontarkan tuntutan keras agar operasional Mandiri Taspen KCP Purwokerto dihentikan sementara.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan sampai persoalan yang diadukan para pensiunan memperoleh kepastian hukum.
“Kami meminta operasional Mandiri Taspen KCP Purwokerto dihentikan sementara sampai ada kepastian hukum. Jangan sampai muncul korban berikutnya akibat persoalan yang belum terselesaikan,” ujar H. Djoko Susanto dalam orasinya.


Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang digelar para pensiunan dengan tuntutan serupa. Mereka mengaku masih mengalami pemotongan dana pensiun setiap bulan dan berharap pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aparat penegak hukum, serta pihak perbankan segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.


Di tengah aksi, Puguh selaku perwakilan Mandiri Taspen menemui peserta demonstrasi untuk menerima aspirasi yang disampaikan. Namun hingga aksi berakhir, belum ada pernyataan resmi dari pihak Mandiri Taspen mengenai tuntutan pembatalan kredit maupun permintaan penghentian operasional yang disampaikan massa.

Aksi damai yang berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian itu berakhir dengan tertib. Para peserta menegaskan akan terus memperjuangkan hak mereka melalui jalur hukum dan aksi damai apabila belum ada penyelesaian yang memberikan kepastian hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, HotNewsInvestigasi.com masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak Mandiri Taspen KCP Purwokerto guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak terkait.

Website |  + posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *